Category: Intimacy

  • Mengenal Intimasi dan Sensualitas

    Sebagai salah satu ruang praktik BDSM Sejauh perjalanan saya mempelajari BDSM sejak 2009, salah satu landasan utama yang sering dikesampingkan atau dilupakan adalah intimasi. Karena mayoritas paparan BDSM didapat dari konten porno, maka asosiasi yang terbentuk dikepala banyak orang adalah BDSM sama dengan aktivitas seksual. Saya tidak memungkiri bahwa BDSM sangat fleksible untuk dipakai sebagai…

    Continue Reading →

  • BDSM dalam Hubungan – Bangun Komunikasi

    Ketika dua orang menjalin hubungan, setiap pihak membawa sejarah masa lalu, pengalaman, dan harapan mereka atas hubungan ini. Setiap orang mempunyai tingkat keterampilan komunikasi yang berbeda, dan mentalitas yang berbeda. Jadi, di sebagian besar situasi, tingkat komunikasi yang diharapkan seseorang bisa berbeda dengan pasangannya. Hal inilah yang kita pelajari dan pahami sejalannya hubungan tersebut, dan…

    Continue Reading →

  • BDSM dalam Hubungan – Memperkenalkan Konsep

    BDSM didesain untuk menciptakan ruang aman dan rasa percaya. Maka dari itu aktivitas ini juga dikenal sebagai alat mempererat hubungan pasangan, sebagai katalis komunikasi non verbal antara dua manusia dewasa dengan segala kompleksitasnya. Subjektivitas ini membuat proses, perjalanan, dan pengalaman BDSM seseorang akan berbeda dengan orang lain. Faktor internal seperti kultur, pola-pikir, keterbukaan, kesiapan mental,…

    Continue Reading →

  • Hadiah & Hukuman

    BDSM dengan dinamika timpang kuasa nya menciptakan ruang dominasi antara satu pihak dengan pihak lainnya. Dalam praktiknya, katalis untuk membangun komunikasi non-verbal antara pelaksana adalah lewat pemberian instruksi dan respondnya. Dom (Dominant) menuntut sub (submissive) untuk memenuhi perintah dengan baik, dan sub mengharapkan ganjaran yang sesuai dengan respond yang diberikan. Dari pengalaman yang saya dapatkan…

    Continue Reading →

  • Memar, Perih, & Panas

    Aplikasi rasa sakit dalam BDSM terbagi antara 2 yaitu fisik maupun mental. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Nosisepsi yang dirasakan secara fisik melalui stimulus lewat kulit. Saya ingatkan kembali bahwa proses pemberian rasa sakit ini tetap mengacu kepada keselamatan fisik dengan mempertimbangkan kondisi penerima rasa sakit, alat yang digunakan, area pemberian rasa sakit, dan…

    Continue Reading →

  • Etika / Aturan BDSM

    Apa yang membedakan BDSM dengan kekerasan? Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah niat atau motivasi. BDSM adalah aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan rasa percaya dan sensasi yang dirasakan bersama, sedangkan kekerasa dilakukan untuk kepuasan satu pihak saja. Maka dari itu, kekerasan bisa dilakukan bahkan dalam hubungan vanilla (non-BDSM), sedangkan BDSM tidak bisa otomatis dilakukan di…

    Continue Reading →

  • Dominant, Submissive, atau Keduanya?

    Bagian besar dari BDSM adalah Dominant/submissive, yang mencakup tingkah laku, aturan bertindak, dan ritual dalam adegan atau hubungan dengan orang lain, baik seksual maupun non seksual. Dominant merujuk kepada orang yang memegang kendali, memberikan perintah, aktif menyetir nuansa dalam adegan BDSM, sedangkan submissive adalah orang yang melepaskan kendali, melakukan perintah, dan pasif mengikuti nuansa dalam…

    Continue Reading →

  • Penjabaran BDSM

    Istilah “BDSM” pertama kali tercatat dalam posting Usenet dari tahun 1991, (Kamus Online Oxford) dan ditafsirkan sebagai kombinasi dari singkatan B / D (Bondage/Pengekangan dan Disiplin), D / S (Dominasi dan Submission/Kepatuhan), dan S / M (Sadisme dan Masokisme). BDSM modern sekarang digunakan sebagai frase menyeluruh yang mencakup berbagai aktivitas, bentuk hubungan interpersonal, dan subkultur…

    Continue Reading →